Senin, 25 Desember 2017

ASOKA



ASOKA
Oleh : Afida Alfiana
Cinta dan kekuasaan
Amarah yang mengalahkan segala
Cinta jua memenangkan segala
Saling beradu dalm jiwa
Gejolak yang membara
Seolah ingin menguasai tahta
Ribuan orang terpedaya
Bisikan cinta yang menyala
Ribuan orang terberdaya
Kekuasaan dan harta benda
Musuh terbesar
Musuh untuk melawan diri sendiri
Melawan hawa nafsu
Begitu menggebu
Bersatu???
Bisakah bersatu???
Cinta pula yang mejadi penengah diantara semua.
Kekuasaan tanpa cinta adalah nafsu
Cinta tanpa kekuasaan adalah tabu
Sandingkan keduanya diantara lembah cinta yang suci
Jajarkan keduanya bak derasnya ombak yang tidak meninggalkan pantai
Bila cinta ditanganmu,,  semua akan indah bila bertemu
Dalam madu kasih bernada rindu
                                                                                                            Tahunan, 2-2-2017

Berontak



Berontak
Oleh : Afida Alfiana

Serasa ingin berontak
Berteriak dan membentak
Menembus angin yang bergejolak
Diantara rimbunan pohon yang berdiri tegak
Karena aku pernah salah
Karena hitam itu menjadi putih
Karena luka yang kini sembuh
Karena sakit yang terobati
Namun hari itu datang lagi
Manakala singa yang tertidur pulas
Dibangunkan dengan ganas
Seolah tambah beringas
Ingin memangsa tanpa batas
Lari???
Jangan!!!
Hadapi???
Harus...
Hadapi dengan luka yang dulu tergores
Dengan air mata yang pernah menetes

RINDU IBU



RINDU IBU
Oleh : Afida Alfiana
Tahunan, 25/4/2017
Dan aku merindkanmu
Bahkan lebih dari yang kau tau
Aku tak tau,, itu teguran atau hukuman
Untukku anakmu yang membangkang

Jujur ku hanya ingin didengar
Ku tak mau dipagar
Bagiku,, ku sudah dewasa
Bagimu,,ku hanya balita

Apalah dayaku ibu
Tak kuasa melihat linangan air matamu
Tak tahanku mendengar tangismu
Karna tingkah polah anakmu

Mungkin suatu saat kau akan mengerti
Betapa aku mencintaimu
Merindukan belaian tanganmu
Memimpikan canda tawamu
Terngiang ditelingaku

Haruskah ku pergi jauh,, agar kau merasa kehilangan?
Ataukah ku harus diam,, dan menunggumu mengerti?
Hidupku tanpamu,,
Bagai kapal tanpa nahkodanya
Hidupku tanpamu
Hilang arah hitam dan gundah

Kaulah secercah cahayakuu dikala gelap
Mentari pagi yang bersinar, meneteskan embun
Rembulan yang merekah diantara ribuan bintang
Ingin ku peluk tubuhmu
Ingin ku dekap ragamu
Selagi aku mampu
Ingin ku curahkan segala keluh kesah disetiap hariku
Agar kau mengerti betapa aku rapuh tanpamu
Betapa aku haus kasih sayangmu
Rasakan lembut geraian rambutmu
Dan kubisikkan aku rindu padamu